
P3K di Tempat Kerja Meliputi Pembidaian, Perdarahan, dan Pertolongan Pertama pada Cedera Pada Korban!
Kecelakaan kerja bisa terjadi kapan saja, bahkan di tempat kerja yang terlihat “aman”. Mulai dari teriris cutter, tertimpa material, jatuh di tangga, sampai cedera serius akibat mesin dan alat kerja — semua berpotensi terjadi jika pengendalian risiko belum optimal.
Di sinilah P3K di tempat kerja (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) punya peran penting. P3K bukan menggantikan dokter atau rumah sakit, tetapi menjadi langkah awal penanganan agar kondisi korban tidak memburuk sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
⚠️ Catatan penting:
Penjelasan di bawah ini bersifat edukasi umum, bukan pengganti pelatihan langsung atau nasihat medis. Untuk penanganan keadaan gawat darurat, selalu hubungi layanan medis/darurat dan ikuti standar perusahaan Anda.
Apa itu P3K di Tempat Kerja dan Siapa yang Bertanggung Jawab?
Pengertian P3K di Tempat Kerja menurut Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 tentang P3K di Tempat Kerja adalah Upaya memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat kepada pekerja/buruh dan/atau orang lain yang berada di tempat kerja, yang mengalami sakit atau cidera di tempat kerja. P3K memiliki tujuan yaitu:
- Menjaga korban tetap hidup dan kondisinya stabil,
- Mencegah cedera menjadi lebih berat,
- Mengurangi risiko kecacatan,
- Memberikan kenyamanan sementara sebelum pertolongan medis tiba.
Di perusahaan, biasanya ada:
- Petugas P3K yang sudah mengikuti pelatihan P3K di tempat kerja,
- Kotak P3K yang berisi peralatan dasar (kasa, perban, plester, sarung tangan, dll.),
- Prosedur darurat yang menjelaskan alur pelaporan dan rujukan ke fasilitas kesehatan.
Meski ada petugas P3K, seluruh pekerja idealnya punya pemahaman dasar P3K, terutama soal:
- Cara meminta bantuan,
- Apa yang boleh dilakukan,
- Dan apa yang sebaiknya tidak dilakukan agar tidak memperparah kondisi korban.
Prinsip Dasar P3K yaitu Tenang, Amankan, dan Panggil Bantuan
Sebelum bicara teknis pembidaian dan perdarahan, ada prinsip dasar P3K yang penting:
- Lindungi diri sendiri terlebih dahulu
- Pastikan lokasi aman dari bahaya lanjutan seperti listrik, api, gas, mesin bergerak, kendaraan.
- Gunakan sarung tangan dan APD bila tersedia.
- Cek respons korban
- Panggil korban dan tepuk pelan bahu.
- Bila tidak respon atau tampak memburuk, segera panggil bantuan medis.
- Panggil bantuan
- Hubungi petugas P3K, HSE, atau nomor darurat sesuai prosedur perusahaan.
- Jelaskan lokasi, jenis kejadian, dan kondisi korban secara singkat.
- Lakukan pertolongan sesuai kemampuan dan pelatihan
- Jangan melakukan tindakan yang belum Anda kuasai.
- Fokus pada hal yang paling mengancam nyawa yaitu perdarahan berat, gangguan napas, tidak sadar.
Pertolongan Pertama pada Perdarahan di Tempat Kerja
UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja menegaskan kewajiban pengurus melakukan pembinaan K3 termasuk pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. Perdarahan (bleeding) adalah salah satu kondisi yang paling sering terjadi di tempat kerja, mulai dari luka kecil sampai luka berat.
Jenis Perdarahan secara Umum adalah :
- Perdarahan ringan: Luka gores, luka sayat kecil, darah keluar sedikit.
- Perdarahan sedang: Luka dalam, darah mengalir terus, merembes membasahi kasa/perban.
- Perdarahan sangat berat: Darah muncrat, mengalir deras, korban bisa pucat, lemas, atau pusing.
Semakin cepat penanganan, semakin kecil risiko syok dan komplikasi.
Langkah Umum Menangani Perdarahan
- Gunakan sarung tangan bila ada
Lindungi diri dari paparan darah. - Tekan luka dengan kasa/perban bersih
- Gunakan kasa steril atau kain bersih.
- Tekan langsung di atas luka dengan tekanan mantap.
- Bila darah menembus perban, tambahkan lapisan di atasnya
- Jangan buka perban pertama untuk melihat luka, cukup tambah perban di atasnya dan tetap tekan.
- Bila memungkinkan dan tidak ada dugaan patah, tinggikan bagian luka
- Misalnya luka di tangan bisa diangkat sedikit lebih tinggi dari jantung.
- Jaga korban tetap tenang dan hangat
- Dudukkan atau baringkan, longgarkan pakaian yang terlalu ketat.
- Segera rujuk ke fasilitas kesehatan jika:
- Perdarahan tidak berhenti,
- Luka dalam/lebar,
- Luka di wajah, dada, perut, alat kelamin, atau persendian besar,
- Terdapat benda asing besar menancap di luka,
- Korban tampak pucat, berkeringat dingin, lemas, atau mengantuk terus.
Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan
- Jangan menyentuh luka dengan tangan tanpa sarung tangan jika memungkinkan.
- Jangan membersihkan luka dengan cairan keras (seperti cairan pembersih lantai, alkohol pekat pada luka besar, atau zat kimia lain).
- Jangan mencabut benda asing besar yang menancap (besi, pisau panjang, dll.) — cukup stabilkan dan rujuk ke medis.
Pembidaian di Tempat Kerja adalah Prinsip Dasar Imobilisasi Cedera Tulang dan Sendi
Pertolongan pertama pada korban kecelakaan yang mengalami cedera patah tulang/fraktur adalah dengan menggunakan balut bidai. Balut bidai adalah tindakan dan upaya untuk mengistirahatkan bagian yang cedera. Pembidaian adalah suatu cara pertolongan pertama pada cedera/trauma sistem muskuloskeletal untuk mengistirahatkan (imobilisasi) bagian tubuh yang mengalami cedera dengan menggunakan suatu alat (Karyadi & Kanita, 2022)
Tujuan pembidaian adalah :
- Mengurangi nyeri,
- Mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut,
- Mengurangi risiko patah tulang menjadi bergeser,
- Membantu proses evakuasi korban lebih aman.
Tanda-Tanda Umum Dugaan Patah Tulang / Cedera Serius
Tanda-tanda dugaan patahan tulang/ceders serius pada korban yaitu :
- Nyeri hebat, terutama saat digerakkan atau ditekan.
- Bentuk tulang tampak tidak normal (bengkok, menonjol).
- Bengkak cepat dan memar.
- Korban tidak mampu menggerakkan anggota tubuh tersebut.
- Teraba atau terdengar bunyi “krek” saat kejadian.
Jika tanda-tanda ini ada, perlakukan sebagai cedera serius dan gunakan prinsip pembidaian.
Prinsip Umum Pembidaian dalam P3K di Tempat Kerja
Prinsip umum pembidaian yaitu :
- Jangan meluruskan secara paksa
- Jika anggota tubuh tampak bengkok, jangan diluruskan paksa.
- Biar tetap dalam posisi senyaman mungkin bagi korban, selama tidak mengganggu aliran darah.
- Imobilisasi sendi di atas dan di bawah area cedera
- Contoh: bila diduga patah tulang lengan bawah, bidai dari dekat pergelangan hingga di atas siku.
- Gunakan bidai yang kaku namun nyaman
- Bisa menggunakan: papan, karton tebal, majalah digulung, kayu halus, atau bidai khusus.
- Lapisi dengan kain atau kain kasa agar tidak melukai kulit.
- Pasang bidai dengan pengikat (mitella, perban, kain)
- Ikat dengan mantap tetapi jangan terlalu kencang hingga mengganggu aliran darah.
- Cek ujung jari atau anggota tubuh:
- Masih hangat,
- Warna normal,
- Masih bisa dirasakan sentuhan.
- Usahakan posisi yang nyaman bagi korban
- Misalnya lengan dibidai dan digantung dengan mitella di depan dada.
- Segera rujuk ke fasilitas medis untuk pemeriksaan lanjutan
- Pembidaian hanya penanganan awal — X-ray, penanganan dokter, dan perawatan lanjutan tetap dibutuhkan.
Hal yang Perlu Dihindari Saat Membidai
Hal-hal penting yang harus dihindari saat melakukan pembidaian adalah :
- Jangan mengikat langsung di atas luka terbuka tanpa pelindung.
- Jangan mengikat terlalu kencang hingga jari tampak pucat atau kebiruan.
- Jangan membidai tanpa jelaskan ke korban apa yang Anda lakukan (agar korban lebih tenang dan kooperatif).
Pertolongan Pertama Lainnya pada Cedera Umum di Tempat Kerja
Selain perdarahan dan patah tulang, beberapa cedera umum lain juga sering muncul di tempat kerja.
- Luka Ringan (Sayatan Kecil, Lecet, Goresan)
Langkah umum untuk mengatasi luka ringan adalah:
- Cuci tangan atau gunakan sarung tangan bila ada.
- Bersihkan area luka dengan air mengalir bersih.
- Keringkan perlahan dengan kain atau kasa bersih.
- Oleskan antiseptik yang sesuai (bila tersedia dan sesuai kebijakan perusahaan).
- Tutup dengan plester atau kasa + perban.
Segera untuk dibawa kerumah sakit/klinik apabila:
- Luka dalam, tumpul, atau tampak kotor (pasir, karat, minyak berat).
- Luka akibat gigitan hewan atau manusia.
- Luka di wajah yang berpotensi meninggalkan bekas signifikan.
- Cedera Keseleo (Sprain) dan Memar
Langkah sederhana menggunakan metode RICE sata terjadi cedera keseleo adalah:
- Rest – istirahatkan bagian yang cedera.
- Ice – kompres dingin dibungkus kain (bukan es langsung ke kulit) 10–15 menit.
- Compression – bila memungkinkan, balut dengan perban elastis (tidak terlalu kencang).
- Elevation – tinggikan bagian yang cedera bila tidak ada dugaan patah tulang.
Segera dibawa kedokter jika Bengkak sangat besar,Nyeri hebat, Tidak bisa menapak atau menggerakkan sendi, Diduga patah tulang.
- Cedera Kepala
Cedera kepala tidak boleh dianggap remeh. Segera cari bantuan medis apabila:
- Korban pingsan, kebingungan, bicara melantur, muntah, atau tampak sangat mengantuk.
- Keluar darah/meningisme dari hidung atau telinga.
- Terjadi benturan keras (jatuh dari ketinggian, tertimpa benda berat, terbentur kendaraan).
Tugas P3K di tempat kerja hanya boleh:
- Menjaga korban tetap tenang,
- Menghindari banyak gerakan,
- Memantau napas dan kesadarannya,
- Memanggil bantuan medis secepatnya.
Pentingnya Pelatihan dan Sertifikasi P3K/K3 bagi Pekerja dan Perusahaan
Menurut PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3 Menguatkan aspek sistem: perusahaan harus punya prosedur menghadapi keadaan darurat, termasuk penyediaan personil dan fasilitas P3K yang cukup sampai korban mendapat pertolongan medis. Dari semua penjelasan di atas, terlihat jelas bahwa P3K di tempat kerja tidak cukup hanya dengan punya kotak P3K di dinding. Yang jauh lebih penting:
- Pekerja tahu cara menggunakannya,
- Ada petugas P3K yang benar-benar terlatih,
- Perusahaan punya sistem K3 yang jelas.
Tanpa pelatihan yang benar, beberapa tindakan justru bisa memperparah kondisi korban, misalnya:
- Membidai dengan cara salah sehingga menekan pembuluh darah,
- Menangani perdarahan dengan teknik yang kurang tepat,
- Salah memindahkan korban yang diduga cedera tulang belakang.
Di sinilah pentingnya perusahaan mengikutsertakan karyawan terutama calon petugas P3K, tim K3, dan supervisor dalam program pelatihan dan sertifikasi K3 yang terstruktur.
Pengetahuan tentang P3K di Tempat Kerja bersama PT Sarana Katiga Nusantara
Untuk membantu perusahaan memperkuat sistem K3 dan P3K di tempat kerja, PT Sarana Katiga Nusantara hadir sebagai lembaga pelatihan yang berfokus pada:
- Pelatihan P3K di tempat kerja
Membekali peserta dengan keterampilan praktis menangani cedera, perdarahan, pembidaian dasar, hingga prosedur evakuasi.
Pelatihan ini bertujuan untuk para peserta dapat:
- Berani bertindak saat terjadi cedera,
- Tahu batas kemampuan dan kapan harus segera merujuk ke tenaga medis,
- Mampu menjadi bagian dari budaya kerja selamat di perusahaannya.
Saatnya Serius pada P3K dan K3 di Tempat Kerja
P3K di tempat kerja mulai dari menangani perdarahan, melakukan pembidaian dasar, hingga memberikan pertolongan pertama pada cedera adalah salah satu pilar penting keselamatan kerja.
Dengan pekerja dan petugas yang terlatih:
- Cedera dapat ditangani lebih cepat dan tepat,
- Risiko kondisi memburuk bisa ditekan,
- Kepercayaan pekerja terhadap perusahaan meningkat,
- Dan pada akhirnya, produktivitas dan keberlangsungan bisnis lebih terjaga.
✨ PT Sarana Katiga Nusantara siap mendampingi perusahaan Anda dalam menyusun dan melaksanakan pelatihan serta sertifikasi K3, termasuk program P3K di tempat kerja yang aplikatif dan sesuai kebutuhan lapangan.